Akhir tahun 2008, rasanya kurang lengkap kalau ga ngeluarin benchmarking untuk beberapa download manager. Dalam benchmarking ini saya akan melibatkan 1 download manager berbayar dan 1 download manager free. Untuk lisensi FlashGet, hehe.. Maklum lah, karena saya kanker, jadi masih pinjam lisensi yang bertebaran di Google. hehehehe… :D
Kenapa saya memilih 2 produk tersebut ? Karena berdasarkan hasil survey di lapangan (forum, hasil chat, dan teman kampus), rata-rata menggunakan 2 download manager ini. Informasi lengkap dari Free Download Manager dan Flash Get bisa didapatkan di situsnya masing-masing :D
Konsep Dasar :
Konsep dasar download manager yang sebenarnya bukan download accelerator adalah memudahkan pengguna untuk melakukan penataan hasil download, baik itu setelah finish maupun saat queue. Mengenai accelerator nantinya akan di bahas dan sedikit di singgung melalui split technology yang dipunyai :)
Pengujian yang saya lakukan terhadap 3 download manager meliputi bagian berikut :
[+] Kompatibilitas Resume
[+] Split Technology
[+] Connection Settings (Proxy, Socks, Direct)
[+] Internet Connection Telkom Flash (Cyberphreaking Edition :p)
[+] IIX File Server (Thanks to Juragan Kambing, Solo Linux)
Free Download Manager :
Untuk pengujian kali ini, saya menggunakan FDM (Free Download Manager) v2.5 Build 758. Dalam pengujian ini, saya menggunakan ISP dan melakukan uji coba download files dari Juragan Kambing dan Mirror Solo Linux. Kenapa menggunakan 2 ? Lihat saja hasilnya nanti :D Nah, pengujian standar sudah saya lakukan kepada FDM yaitu mendownload file dari Kambing. Semuanya masih berjalan lancar ketika saya menggunakan proxy / direct.
Kemudian, saya melakukan stop pada link tersebut. Dan syukurlah juragan kambing memberikan hak untuk melakukan resume pada servernya, jadi resume download pun bisa dilakukan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Tetapi pada skenario ini, koneksi pada juragan kambing pun lost, karena DNS TelkomFlash yang tidak bisa mencari jalan ke juragan kambing. :( Wah, download saya putus donk ? Tetapi untungnya di FDM ini bisa rename source download, asalkan checksum MD5 nya sama dengan yang ada di kambing. Bisa dipastikan kok, kalau ISO Linux semua MD5 Sum nya sama, ga ada yang berubah walau 1 bit pun :D CMIIW.
Download pun berjalan kembali dengan backup mirror dari Solo Linux. Hanya dengan menggantikan URL lama dari kambing, dan me-replace-nya dengan link dari mirror.solo.linux.or.id. Syukurlah ! :D Dan kebetulan saya ini orangnya sering banget mobile ( baca: dari warnet ke warnet :)) ), jadi downloadnya pun harus bisa di pindah. Nah, dengan FDM ini saya bisa me resume semua download di mana pun saya berada, asal file dan checksum nya tidak berubah ;)
Setelah kepentok dengan split dari kambing yang hanya di batasi 6 split di tiap koneksi FTP nya, akhirnya di mirror.solo.linux.or.id saya bisa mengembangkan sampai 20 split. :-$ jangan sampe ketahuan mas udienz yah, soalnya mas udienz pernah bilang kalau cuma 15 split. ;)) Untuk pengaturan split yang saya gunakan adalah sebagai berikut :
Saya memasukkan angka 30 pada bagian Maximum number of attempts fungsinya adalah dia akan melakukan koneksi lagi saat salah satu split atau semua split nya mengalami error. Masih banyak bagian lain yang bisa di konfigurasi dan bisa disesuaikan dengan kondisi jaringan kita. :D Dan satu lagi, FDM ini termasuk yang bisa melanjutkan session dari download manager yang lain. Keren kan ? :D
Untuk konfigurasi koneksi, FDM mendukung 3 protokol koneksi saja yaitu HTTP Proxy, FTP Proxy dan Direct Connection. Sayangnya FDM sampai versi terbaru pun tidak mendukung SOCKS Proxy :( Entah kapan fitur ini dimasukkan ke dalam Free Download Manager. Tapi overall saya cukup puas dengan fitur penggantian URL.
Flash Get :
Ini download manager yang dipakai oleh kk kuc3ng :D Tampilan awal memang keren, tapi ga sekeren fitur yang diberikan :D Terutama di bagian resume, pada saat ingin melanjutkan dari file yang dihasilkan (berekstensi *.jc). Jika file tersebut dipindah tempat / lokasi, maka flashget tidak bisa melakukan checking untuk melanjutkan file yang dimaksud.
Untuk split connection-nya, tidak bisa disesuaikan secara manual dan untuk maksimal split nya hanya tersedia 10 job saja. Tetapi untuk dukungan konektivitas, flash get memang saya acungi jempol. Untuk semua protocol tersedia di sini, termasuk socks proxy ! :)
Result :
[+] Kompatibilitas Resume : Free Download Manager
[+] Split Technology : Free Download Manager
[+] Connection Settings (Proxy, Socks, Direct) : Flash Get
Winner :
[+] Free Download Manager
Comparison ini adalah comparison saya pribadi, di mana saya sering menggunakan fasilitas tersebut. Untuk fasilitas lainnya saya tidak melakukan pengujian, karena beberapa fitur yang ada kebanyakan sama dan tidak ada bedanya :) Hanya beda nama saja, tapi fungsi sama. Silakan di comment kalo memang perlu. :D






masih setia ama IDM…
sama IDM bagus mana ni…
Klo ingin memaksimalkan split flashget diatas 10 bisa instal patch namanya flashgot, gara2 flashgot ini, gw pernah kena banned gara2 split sampe 30 n multiple download :D
#2,
belum saya compare dengan IDM, nanti mungkin release nya saya sandingkan saja dengan FDM yah.. hehehe.. tunggu saja
#3,
kalau di FlashGet per split nya habis, apakah bisa generate lagi ? atau hanya terpaku pada split yang sudah di create ? jadi 30 split harus pake pihak ketiga yah ? hehehehe…
hahahaha, ada-ada saja…. ketahuan nih….
gpp kok kalo downloadnya pake sepidi atau dari jaringan indonesia. soale ga makan benwit server :D
happy downloading bro!
#5,
uheuheuhee.. orangnya datang ke sini :D makasih sekali lagi om udienz mirrornya :D download terus berjalan :D
Kalo saya sh pake Download Express
hehehe..masih suka pake FDM. Salam kenal.
idm lbh cepat.. udah aq coba..
d fdm baru 50%,…idm udah 85%…
idm is the best..
gw gak paham blass gunanya flash get