Setelah lama vakum dari project Kopi Pahit, karena banyaknya aktifitas di dunia nyata dan seringnya ada side project dadakan :)) Sekarang saya akan mencoba menulis tentang Carder dan Dropper yang kenyataannya masih marak dan makin exist di Indonesia yang tercinta ini.
Kemarin saat acara Indonesian Security Conference 2009, saya berbincang-bincang dengan salah satu teman committe masalah LockPicking Kit. Kata-nya demo Hardware Hacking akan didemokan di IDSEC 2009, karena satu dan lain hal maka demo-nya ditunda :))
Ok, yang di atas cuman intermezzo ga nyambung :)) Sekarang masuk ke topik utama mengenai carder dan dropper yang masih ada sampai tulisan ini ditulis. Jadi ceritanya saya iseng contact temen saya (pssst, isunya sih dia dropper dan carder) untuk order lock picking kit. Tapi saya tidak akan tulis di sini pembicaraan saya dengan si dia :)) Yang akan sedikit saya bahas di sini adalah bagaimana barang tersebut bisa sampai Indonesia tanpa tangan kedua dan seterusnya.
Nah, bagaimana cara barangnya sampai ? Ternyata sangat mudah tekniknya. Tapi teknik ini tidak selalu 100% berhasil, tergantung faktor luck juga :) Beberapa merchant masih menggunakan jasa pengiriman seperti FedEx, USPS, dan beberapa jasa pengiriman lainnya yang terkemuka di dunia. Masalahnya di mana ? Masalahnya adalah terletak di verifikasi merchant dan jasa pengiriman.
Ok let’s the story begin B-)
Setelah order, si carder di kirimin email sama merchant, yang isinya adalah konfirmasi by phone ke merchant mengenai order barang tersebut. Ups ? Telpon ? Ogah deyh ah! :)) Nah, cara iseng yang mungkin masih bisa digunakan adalah dengan me-reply email dari si merchant dan bilang Maaf, saya sudah telpon ke toko tapi tidak ada yang mengangkat (perbedaan waktu). Ya ngga ? :))
Kemudian, masalah alamat pengiriman barang, ternyata si carder tidak menuliskan alamat lengkap nya :o Namun si carder menuliskan alamat dengan sedikit trik yang bisa terbaca dengan mudah oleh saya, namun tidak mudah bagi jasa pengirim :D Bagaimana caranya ? Ini sedikit trik yang saya tangkap dari sang carder dan dropper.
Name Address Country
Si jasa pengirim, kita ambil contoh saja FedEx yang pertama akan melakukan pengecekan terhadap negara penerima barang. Nah, setelah barang sampai di negara tujuan (sesuai dengan alamat yang tertulis), maka si FedEx melakukan pencarian ke alamat yang tertulis. Setelah muterberhari-hari, ternyata alamat yang di cari tidak ditemukan, maka barang kembali ke FedEx untuk di verifikasi ulang masalah alamat yang tidak ditemukan.
Nah, pastinya jasa pengiriman sebesar FedEx pastilah mempunyai database yang sangat besar mengenai alamat alamat dan negara yang ada di dunia. Karena barang yang bersangkutan tidak ditemukan di negara yang tertulis di alamat, maka si FedEx mencari alamat yang tertulis di databasenya. Ah ? Ketemu deh alamatnya, ternyata alamat tersebut bukan di negara ini, tapi di negara satunya. So ? FedEx mengirimkan barang ke negara satunya sesuai dengan alamat yang tertera.






ajarin aq kk :)
Nice bro … wuakakaka
Pinter tenan koncone rek ^_^