DESKRIPSI
VPN IP MPLS adalah layanan komunikasi data any to any connection berbasis ip multi protocol label switching (MPLS). VPN IP digunakan untuk merealisasikan CoS dimana pelanggan dapat mengimplementasikan aplikasinya baik berupa aplikasi yang delay senitive, mission critical maupun non mission critical pada satu platform jaringan privat IP MPLS (Telkom)
Pembahasan
Well, kebetulan saat artikel ini di tulis kantor saya masih menggunakan layanan Telkom VPN IP ini. Telkom VPN IP yang saya gunakan adalah layanan VPN Lite. Dalam layanan VPN sendiri ada banyak paket (dan saya ga mau tau paket apa aja yang di tawarkan, silakan tanya langsung ke bagian sales telkom :P), namun yang akan di bahas dalam artikel ini adalah layanan VPN Lite oleh Telkom Indonesia.
Begitu dengar dan membuktikan layanan ini, yang terlintas di pikiran hanyalah kata-kata kecewa. Kenapa? Real fact-nya, MPLS yang di tawarkan di tumpangkan pada jalur ADSL Telpon atau yang sekarang lagi ngetrend adalah Speedy, namun dengan trick di putus jalur PPP nya dan di tawarkan dedicated. Kenapa telkom bisa menawarkan layanan fix bandwidth dengan hanya bermodal jalur ADSL? Sebenernya simple, layanan yang ditawarkan hanya maksimum pada jalur 768Kbps! Why? Karena layanan tersebut hanya bermodal broadband access dan di tumpangkan ke ADSL Cloud-nya speedy. Belum dapat juga knp? Sekarang dengan layanan maksimum bandwidth 768Kbps, telkom bisa menaikkan bandwidth 3Mbps pada jalur tersebut, tapi ratio yang di dapat pun belum jelas brp, yang penting minimum bandwidth yang di dapat oleh client adalah maksimum 768Kbps.
Layanan VPN IP ini disediakan bandwidth mulai dari 64 Kbps sampai dengan 768Kbps. Dan kantor saya menggunakan 64Kbps :))) *SEDIH* And then, mengenai ADSL Cloud, bagi para pengguna speedy pasti sudah paham betul bagaimana karakter speedy donk? Apa aja nih karakter ADSL termasuk kelebihan dan kekurangannya? Berikut akan saya bahas sedikit :
Kelebihan
- Harga lebih murah, karena di masukkan kedalam jalur fix phone (telpon kabel) yang sudah jelas infrastruktur tersebar dari sabang sampai merauke.
Kekurangan
- Karena masih menggunakan sinyal ANALOG dari kabel tembaga yang digunakan untuk menghantarkan suara dan fax, maka dengan logika semakin panjang kabel tembaga yang dihantarkan dari gardu telkom ke pelanggan, maka semakin buruk pula jalur data yang akan diterima *IT’S TRUE!*
- Jika ada beban data yang sangat besar di lewatkan melalui jalur ADSL, maka layanan ADSL pun juga mengalami peak load yang seharusnya tidak bisa di handle oleh jalur tersebut, akibatnya? Time out! *IT’S TRUE!*
- Kecepatan koneksi modem ADSL masih tergantung dengan jarak tiang Telkom atau DSLAM terdekat, artinya jika jarak modem ADSL dengan DSLAM jauh maka kecepatan koneksi akan menurun karena banyaknya hambatan medium yang dilaluinya dan sebaliknya jika jaraknya dekat, koneksinya akan mencapai kecepatan tertinggi.
- Adanya load coils yang dipakai untuk memberikan layanan telepon ke daerah-daerah, sementara load coils sendiri adalah peralatan induksi yang menggeser frekuensi pembawa ke atas. Sayangnya load coils menggeser frekuensi suara ke frekuensi yang biasa digunakan DSL. Sehingga mengakibatkan terjadinya interferensi dan ketidak cocokkan jalur untuk ADSL.
- Adanya Bridged tap, yaitu bagian kabel yang tidak berada pada jalur yang langsung antara pelanggan dan CO. Bridged tap ini dapat menimbulkan noise yang mengganggu kinerja DSL.
Jadi, dari ulasan kekurangan dan kelebihan di atas, bisa dibayangkan donk gimana jalur nya? :))
Kemudian mengenai support, ada satu hal yang bikin sangat kecewa :’(
Pernah kejadian satu cabang kantor yang memang saya bisa memastikan itu DSLAM nya yang bermasalah, saya sudah beberapa kali visit ke cabang tersebut dan melakukan komunikasi dengan telpon ke 500250 (Call Center Telkom Business), dengan penjelasan panjang lebar dari A-Z, jawaban dari telkom cuma simple: “Asal bisa koneksi ke 1 komputer, maka koneksi sudah bisa berjalan dengan lancar pak, dan kami tidak bisa menurunkan tim teknis ke lapangan dengan alasan seperti itu.” WTF ?!?!?
Akhirnya dengan berat hati, kita menyewa konsultan outsourcing atas petunjuk dari telkom untuk melakukan forensik pada jalur DSLAM tersebut. Dan apa yang terjadi? Yang bermasalah memang jalur DSLAM telkom seperti yang dijelaskan sebelumnya, dan kita juga harus membayar konsultan outsourcing tersebut karena kesalahan telkom sendiri –”
Conclusion
- Find right solution about networking to your company
- Read carefully the offer from the provider(s)
- I don’t judge telkom’s service are bad
*BUT IT’S TRUE*





No comments yet.