Implementasi GeoDNS pada server AntiHackerlink | NitrouZ Personal Pages

Implementasi GeoDNS pada server AntiHackerlink

Pada kesempatan kali ini, saya ingin melakukan pembahasan mengenai konsep yang digunakan oleh teman-teman di AntiHackerlink, khususnya implementasi geoDNS pada server AntiHackerlink Repository. Topology yang digunakan kira-kira seperti gambar di bawah ini :

AntiHackerlink Repository Topology

AntiHackerlink Repository Topology

Atau, untuk gambaran flowchartnya seperti gambar di bawah ini :

Flowchart

Flowchart

Kenapa kami memilih solusi GeoDNS daripada CDN ? Banyak yang beranggapan antara GeoDNS dan CDN, lebih baik menggunakan CDN. Alasannya untuk mengurangi latency dan resiko packet loss lebih kecil. Namun, untuk konsep repository yang sekarang ini digunakan, menggunakan CDN dengan data yang begitu besar akan sangat beresiko juga pengiriman data. Kenapa? Karena data yang akan di split ke server-server CDN memerlukan bandwidth yang sangat besar. Bukan rahasia lagi bahwa harga bandwidth Internasional di Indonesia sangat mahal sekali. Karena pada intinya, server ini di gunakan untuk melayani kalangan lokal hanya di dalam tanah NKRI.

Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk ke depannya kita juga akan melakukan CDN (masih dalam wacana dan mungkin tidak akan pernah terealisasi dalam waktu yang sangat singkat atau dalam tempo yang sesingkat-singkatnya).

Berikut beberapa point tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan geoDNS dalam penerapan pada sistem server file sharing.

Kelebihan :

  1. Tidak memerlukan banyak resource untuk mendistribusikan files
  2. Mudah di konfigurasi dan di lakukan implementasi pada jaringan

Kekurangan :

  1. Memerlukan banyak bandwidth karena setiap permintaan data dilakukan secara realtime pada jalur tersebut.
  2. Beban server bertambah seiring bertambah-nya yang meminta data, karena pada konsep ini tidak membantu mengurangi beban, dan semua beban masih tertumpu pada 1 (satu) server.
  3. Yang terdeteksi adalah backend dari DNS yang digunakan (perlu mengumpulkan data-data backend dari DNS yang digunakan, akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menangkap backend public DNS seperti Google, Nawala dan openDNS)

Namun, balik lagi pada konsep semula yaitu serving Indonesian download maniac supaya bandwidth Indonesia tidak terbuang percuma ke luar negeri. Sehingga, untuk menutupi kekurangan pada point nomor 1, kami hanya mengijinkan akses pada blackberry device yang running di Indonesia. Bagaimana menangkap para pengguna blackberry yang sedang menjalankan blackberrynya di Indonesia? Akan kita ungkap pada artikel berikutnya :)

Jadi, intinya konsep geoDNS ini hanya untuk membantu pada pengguna blackberry yang sebenarnya keluar jalur internasional lebih besar tapi para penggunanya sendiri tidak aware mengenai masalah tersebut :)

Thanks to Maxindo Team (IDWS, Maknyos), AntiHackerlink, 1st****, KocokJaya Team, Tim Kopi-Pahit, and j00 :)

,

No comments yet.

Leave a Reply